Untuk mengumpulkan dana haji tersebut, ia tidak sendiri. Ia dibantu sang.istri. Pada pagi hari ia dan istri sudah membeli bahan dan mengelola sendiri bakso yang akan mereka jual. Pada pukul 17.00 sore, ia meninggalkan rumah bersama  gerobak baksonya dan berkeliling di Kelurahan Tipulu sampai di Kelurahan Kemaraya, hingga pukul 24.00 malam.

Sementara sang istri juga berjualan bakso di rumah mereka. Dan hal tersebut mereka jalani selama lima belas tahun, hingga dana untuk ke tanah suci dapat mereka penuhi.

Baca Juga: BNNP Sultra Sasar SDN 35 Kendari Perangi Narkoba

"Saya mulai berjualan bakso keliling sejak tahun 1999, dan istri saya juga menjual bakso tapi di rumah saja. Karena saya bikinkan tempat-tempat jualan di teras rumah. Selama lima belas tahun kami menabung dan Alhamdulillah pada tahun 2014 saya dengan istri bisa berangkat ke tanah suci," cerita Abdul Munir kepada Telisik.id.

Tak hanya naik haji, dengan berjualan bakso, Abdul Munir juga berhasil menyekolahkan tiga anaknya.