Kemudian dana itu akan digunakan untuk pembelian bahan bangunan sebesar 75 persen, sedangkan 25 persen akan digunakan untuk ongkos kerja.

"Ongkos kerjanya bisa mereka gunakan sendiri atau membayar tukang. Intinya dana itu bisa dimaksimalkan untuk perbaikan rumah mereka agar lebih layak," ungkapnya.

Tahun 2021 ini sebanyak 96 rumah warga berpenghasilan rendah yang tersebar di enam kelurahan di Kota Kendari mendapatkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni melalui program BSRS. (B-Adv)

Reporter: Sumarlin

Editor: Haerani Hambali