Di samping itu, 1 rumah jabatan kepala desa rusak berat dan 1 pelabuhan rakyat rusak berat. Demikian juga gedung pemerintah 7 unit, fasilitas pendidikan 1 unit dan gudang 2 unit masih dilakukan verifikasi tingkat kerusakan.  

Pengungsian juga teridentifikasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu di Kabupaten Sikka dan Flores Timur.

Jumlah warga mengungsi tidak sebanyak di Kabupaten Kepulauan Selayar.

BPBD Kabupaten Sikka menginformasikan, 226 jiwa mengungsi di aula rumah jabatan Bupati Sikka, sedangkan di Kabupaten Flores Timur, terdapat 390 jiwa mengungsi di Desa Lawebele dan 97 di Desa Ile Padung.  

Warga yang masih bertahan di pengungsian tidak semua disebabkan kerusakan bangunan tempat tinggalnya. Mereka mengungsi sementara waktu untuk mengantisipasi gempa susulan.