Trend Micro mengungkapkan, sebagian besar aplikasi berbahaya ini menyamar sebagai aplikasi produktivitas dan tools seperti pemindai dokumen, pembaca QR code, layanan VPN, dan perekam panggilan telepon.
Setelah diinstal di ponsel, barulah aplikasi-aplikasi ini mengunduh malware berbahaya seperti Octo (Coper), Hydra, Ermac, dan TeaBot.
Malware Octo dikenal bisa mematikan layanan Google Play Protect dan mencegat SMS yang masuk. Malware ini juga menggunakan virtual network computing (VNC) untuk merekam layar perangkat korban dan mengambil informasi sensitif seperti kredensial online banking, alamat email dan password, serta PIN yang kemudian digunakan untuk membobol rekening korban.
Baca Juga: Aplikasi Zoom Kini Sediakan Fitur Bahasa Indonesia
Untungnya, saat ini 17 aplikasi tersebut sudah dihapus dari Google Play Store. Tapi pengguna yang sudah terlanjur mengunduhnya dianjurkan untuk segera menghapusnya.
