SB (16) mengatakan, pelaku R melakukan aksi cabulnya di dua titik berbeda.
"Dua tempat di Landamu sama arah-arah mau ke Lamando, di sekolah hanya dia pegang," tutur SB (16) di hadapan polisi.
Dirinya juga mengakui sering dijemput pelaku R untuk keluar jalan setiap minggunya.
Bedasarkan pendekatan yang dilakukan oleh pihak kepolisian Sampolawa kepada kedua siswa SMP korban pencabulan, diperoleh beberapa informasi.
Korban yang dikumpulkan pihak sekolah berjumlah 17 orang siswa. 11 orang siswa hanya diraba-raba, 6 orang siswa mendapatkan pelecehan (dicium dan dipeluk), 2 di antaranya mendapatkan tindak asusila yang fatal.
