Sehingga, otomatis hasil dari industri ini bisa menjadi pendapatan hasil daerah di Kota Kendari.

"Itu yang kita ingin dan alhamdulillah disepakati, kita paham kapasitas kita (Perumda Kendari) terbatas, makanya kita terbuka, tapi kita persyaratkan yang ikut menjadi bagian proses ini," ujarnya.

Komisaris Utama PT KKIT, Hery Asiku mengatakan, kawasan industri ini akan melibatkan tenaga kerja dalam jumlah besar yang tentu saja berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun juga dari Cina.

"Dengan demikian, kawasan ini akan berdampak pada bangkitnya ekonomi yang sangat signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar daerah," ujarnya.

Baca Juga: Lalu Lintas Pasar Baru Macet Akibat Lampu Merah Padam