Sebelum pindah ke Kendari, ia tinggal di Baubau. Keputusan pindah diambil setelah anak-anaknya menikah, terlebih karena ada saudara yang menetap di Kendari.
"Saya orang Muna, tapi dulu tinggal di Baubau. Karena anak-anak sudah menikah, saya ke sini karena ada saudaraku," katanya.
Ia berjualan pada hari-hari tertentu, yakni Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Penghasilannya bergantung pada jumlah hasil kebun yang terjual. Dalam sehari, ia bisa memperoleh Rp 100.000, tetapi terkadang hanya Rp 50.000.
Dari pendapatan tersebut, Samria masih harus menyisihkan Rp 35.000 untuk ongkos ojek pulang pergi dari tempat tinggalnya menuju lokasi berjualan. Dengan penghasilan yang tidak menentu, uang yang tersisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Meski demikian, ia tetap bersyukur selama masih sehat dan mampu bekerja.
