"Jadi saya tidak berharap sama mereka mau kirim sesuatu. Insyaallah, alhamdulillah saya bisa mandiri, bisa kerja dari hasil kebun untuk biaya hidup," ucapnya.

Di tengah upayanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, Samria masih menyimpan kerinduan kepada anak sulungnya, Irfan, yang lahir pada 1992.

Pertemuan langsung terakhir mereka terjadi pada 2007 di Jayapura, Papua. Saat itu, Irfan masih remaja. Menurut cerita Samria, anaknya berangkat ke Jakarta setelah ada pihak yang mengajaknya masuk pondok pesantren secara gratis.

Sekitar setahun kemudian, Irfan sempat mengabarkan bahwa dirinya telah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an 30 juz. Samria masih berkomunikasi dengannya melalui telepon seluler, tetapi hubungan tersebut tidak bertahan lama.

Pada 2019, Samria sempat meminta Irfan melakukan panggilan video. Setelah itu, komunikasi mereka terputus. Ia mengaku sudah beberapa kali mencoba menghubungi nomor telepon anaknya, tetapi tidak pernah tersambung.