Setiap bungkus mangga yang terjual memberikan upah Rp 500. Jika seluruh 150 bungkus laku, Akbar bisa memperoleh Rp 75.000 dalam sehari.

“Kalau satu bungkus yang terjual dapat Rp 500. Kalau 150 bungkus habis semua, bisa dapat Rp 75.000,” kata Akbar.

Akbar tinggal di kawasan Jalan Oikumene, Kecamatan Mandonga, bersama ibu. Ayah dan ibunya sudah lama bercerai, sedangkan ibunya bekerja sebagai pekerja laundry.

"Bapak dan mama sudah cerai. Sekarang saya tinggal sama mama, mama kerja di laundry,” ujar Akbar.

Sementara itu, Eja (11), siswa kelas 5 SD, merupakan tetangga Rahmat. Kondisi keluarganya juga membuatnya ikut berjualan mangga setelah pulang sekolah.