“Kami sudah jual mangga dari tahun 2024. Mangga ini kami ambil dari pemilik, terus kami jual lagi di kampus,” kata Eja.
Penghasilan dari kegiatan tersebut kemudian diberikan kepada orang tua masing-masing.
“Uangnya nanti saya kasih ke mama,” ujar Eja.
Untuk mencapai UHO, keduanya menggunakan angkutan umum pete-pete dari Mandonga. Mereka biasanya memulai aktivitas berjualan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), kemudian berjalan menuju Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta sejumlah fakultas lainnya.
Kawasan UHO dipilih karena menjadi tempat mahasiswa dan masyarakat beraktivitas. Akbar dan Eja menawarkan mangga yang mereka bawa dari satu fakultas ke fakultas lainnya.
