"Karena sifat monopoli ketua, tidak transparannya dalam pengelolaan anggaran di DPRD yang sudah diputuskan bersama di otak-atik kembali, hal-hal yang menjadi kesepakatan dimentahkan dan kebijakan-kebijakan lainnya," urainya.
La Ode Rafiun mengungkap, mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD Buton merupakan kali kedua.
Ia pun menyerahkan sepenuhnya kepada DPD Partai Golkar selaku partai Hariasi Salad untuk menindaklanjuti keluhan para anggota dewan tersebut.
"Mosi tidak percaya ini sudah kami serahkan kepada DPD Partai Golkar. Kami minta dievaluasi dan menunjuk kepada kader Golkar yang lain dan berharap untuk ditindaklanjuti dengan cepat," tukas Ketua DPD PAN Buton itu.
Sementara itu, Ketua DPRD Buton, Hariasi Salad mengaku tidak tahu-menahu terkait adanya mosi tidak percaya yang ditujukan padanya. Ia menyatakan belum melihat adanya mosi tidak percaya itu, namun isu tersebut dinilai tidak rasional.
