KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut), melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kolut berencana mendaftarkan situs sejarah berupa dua buah bangkai helikopter milik pasukan Siliwangi 308 Bandung yang jatuh dan meledak di Desa Lawata, Kecamatan Pakue Utara, Kolut Saat operasi penumpasan pasukan pemberontak Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pimpinan Kahar Muzakkar yang bermarkas di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).
Baca Juga: Sekda Pastikan, Seleksi Pejabat di Busel Jauh dari KKN
Menurut keterangan Yayat (65) salah seorang warga Desa Pakue, Kecamatan Pakue Utara, yang melihat langsung kejadian tersebut, helikopter yang mengangkut pasukan Kodam Siliwangi 308 tersebut jatuh di tepi pantai saat hendak melakukan pendaratan di Lapangan Lawata.
"Saya ingat sekali kejadiannya tahun 1954 saat itu saya masih duduk di SD. Jadi helikopternya ada dua, satu jatuh di pinggir laut ketika hendak mendarat, kebetulan pada saat itu air laut surut sehingga tidak ada korban dan satunya lagi meledak saat diisi bensol. Kata tentara waktu itu, mesin helikopternya lagi panas," kata dia kepada Telisik.id, Selasa (3/12/2019).
Dia juga menjelaskan, bangkai helikopter itu dulunya utuh. Hanya saja, sebagian masyarakat memotong-motong untuk dijadikan alat pemberat pancing.
