Lebih lanjut, ia mengungkapkan, penerapan PIN ini dibutuhkan sebuah proses yang tidak mudah, karena seluruh data mahasiswa akan diinput semua dari semester satu sampai akhir, dan pastinya ini akan membutuhkan proses yang panjang, karena ini dilakukan untuk pertama kalinya.
"Pastinya kami butuh penyesuaian dengan sesuatu hal yang baru, karena penerapan PIN ini harus betul-betul dilakukan secara teliti. Sebab ini menyangkut data dari mahasiswa kami. Untuk itu, kita sedang bekerja secara maksimal, agar tidak terjadi kesalahan dalam menginput data mahasiswa," ujarnya.
Terkait pelaksanaan wisuda di bulan April mendatang, untuk prosesnya itu akan sama saja pada bulan Desember tahun lalu, yaitu dilaksanakan secara online dan offline, untuk meminimalisir penyebaran pandemi COVID-19.
"Yah untuk prosesnya itu akan sama saja dengan yang kemarin-kemarin, karena belum ada tanda-tanda pandemi COVID-19 akan mereda, sehingga kami akan tetap melaksanakan secara offline bagi mereka wisudawan terbaik, dan sisanya melaksanakan secara online di tempat masing-masing," pungkasnya. (B)
Reporter: Fitrah Nugraha
