
“Jadi mengukur dampak dari lingkungan itu tidak bisa dilihat dari 1 atau 2 tahun, tapi dibutuhkan berpuluh-puluh tahun baru kelihatan hasilnya. Makanya kita membangun di bidang lingkungan ini paling cepat bisa dirasakan 5 tahun ke depan,” pungkasnya.
Senada, Fungsional Pengawas Lingkungan Hidup DLH Sulawesi Tenggara, Yuliana Ulfah berharap dengan mengikuti pembinaan Adiwiyata ini pihak sekolah mampu mempengaruhi kehidupan anak didik untuk peduli terhadap lingkungan.
“Output dari Adiwiyata itu adalah menjadikan anak didik berperilaku bersih, ramah dan menjaga lingkungan sekitar,” katanya.
Untuk saat ini, sudah ratusan lebih sekolah yang telah dibina DLH untuk program Adiwiyata ini, mulai dari sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga sekola setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
