Mereka yaitu, Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Lemdiklat), Komjen Pol. Dr. Rycko Amelza Dahniel (Akpol 1988B); Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam), Komjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri, M.Si (Akpol 1989); Asisten SDM Irjen Pol. Drs. Wahyu Widada, M.Phil, teman seangkatan Kapolri Sigit ketika lulus dari Akpol 1991.

Rycko akan menginjak usia pensiun awal September 2024. Dofiri, yang banyak berkecimpung di bidang SDM dan tiga kali menjadi Kapolda (Banten, Yogyakarta, dan Jabar), akan bertahan hingga usia 58 tahun pada 4 Juni 2025. Widada, mantan Kapolda DIAceh  dan kini Asisten SDM Kapolri, baru akan memasuki usia pensiun 11 September 2027.

Ada pula teman seangkatan Dofiri (1989), Irjen Pol. Drs. Ahmad Wiyagus, M.Si. kini Kapolda Lampung. Ia penerima “Hoegeng Award” untuk kategori ”Polisi Berintegritas 2022” berlatar belakang antisuap ketika menjadi Kapolda Gorontalo. Ia kelahiran Tasikmalaya, Jabar, 23 September 1967.

Jika tak ada perlakuan pembedaan latar belakang lulusan Akpol dengan lulusan Wamil/ Sumber Sarjana (Wamil/SS), bukan mustahil pula Irjen Pol. Prof. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho, SH, M.H, lulusan Wamil/SS 1993, akan mucul di teras Polri. Laki-laki yang sejak 5 Januari 2021 hingga kini memimpin Polda Banten dan akrab dengan pendekatan kesetempatan (lokalitas), baru akan menginjak usia 58 tahun pada Maret 2026.

Putra seorang jaksa itu, mencatat sejumlah pendekatan menonjol dari sudut budaya kepada masyarakat. Selain menggulir 12 highlight kebijakan bagi jajarannya yang ia kemas menjadi “PenDeKar” (“Polisi yang Empati Ngayomi dan Dekat dengan Rakyat”), polisi intelektual ini telah meluncurkan program Ulama Kamtibmas.