Andi menuturkan, pada tahun 1997, 1 Ramadhan 1417 Hijriyah bertepatan dengan dengan 11 Januari. Lalu di penghujung tahun, yakni 31 Desember 1997, umat Muslim sudah merayakan kedatangan 1 Ramadan 1418 Hijriyah.

Andi menjelaskan, jika dilihat dari polanya, fenomena dua kali Ramadan dalam satu tahun terjadi antara 32 atau 33 tahun sekali.

"Seperti kita tahu, rata-rata periode sinodis Bulan (Bulan segaris dengan Matahari) setiap 29,53 hari sekali. Berarti 1 tahun Hijriah rata-rata 354,37 hari. Jika 1 tahun Masehi rata-rata 365,24 hari, (jadi) selisihnya hampir 11 hari," jelas Andi. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Kardin