Bahkan, mereka memiliki risiko lebih tinggi terlibat dalam penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya (Napza).

Baca Juga: Gibran Panggil Menteri/Kepala BKKBN Wihaji, Fokus Percepat Penurunan Stunting

Tak hanya itu, absennya ayah dalam pola asuh juga berpengaruh terhadap prestasi akademik anak. Menurut Wihaji, anak yang kurang mendapatkan perhatian ayah cenderung mengalami penurunan performa akademis.

"Kurangnya kehadiran ayah berpotensi menurunkan performa akademis, meningkatkan risiko kenakalan remaja, serta membuat karakter maskulin pada anak laki-laki menjadi kabur," ujarnya.

Wihaji menekankan bahwa kehadiran ayah bukan hanya sekadar mencari nafkah, tetapi juga membentuk karakter anak. Ketidakhadiran ayah dalam kehidupan anak bisa menghilangkan sifat kepemimpinan yang seharusnya terbentuk sejak dini.