Kondisi tersebut membuat Rahman harus mengatur pendapatan untuk memenuhi kebutuhan makan, biaya pendidikan, dan keperluan rumah tangga lainnya. Sementara itu, jumlah uang yang diperoleh setiap hari bergantung pada banyaknya barang bekas yang berhasil dikumpulkan.

Dalam sehari, Rahman bisa membawa pulang Rp 50.000 hingga Rp 70.000 apabila mendapatkan cukup banyak barang. Namun, ketika hasil pencariannya sedikit, pendapatannya hanya berkisar Rp 30.000 hingga Rp 40.000.

"Kalau barang yang didapat banyak, penghasilan bisa lebih baik. Tapi kalau sedang sepi, hasilnya juga sedikit. Uangnya harus diatur untuk makan dan kebutuhan anak-anak," katanya.

Dengan pendapatan yang tidak menentu, Rahman mengaku harus berhemat agar uang yang diperolehnya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan keluarga. Penghasilan tersebut belum selalu mencukupi seluruh pengeluaran rumah tangga.

Setiap pagi hingga sore, ia berkeliling menyusuri jalanan dan kawasan pertokoan untuk mencari barang yang dapat dijual kembali. Selain harus mendorong gerobak, ia juga bekerja di tengah cuaca panas dan lalu lintas yang ramai.