KENDARI, TELISIK.ID - Di depan pintu masuk Pasar Andonohu, terlihat seorang bapak bernama Zulkarnain terlihat begitu cekatan. Jarum, benang dan lem menjadi senjata utamanya dalam memperbaiki sepatu dan sandal yang rusak. Sudah 25 tahun ia menekuni profesi sebagai tukang jahit sepatu dan sandal di Kota Kendari.

"Setiap pagi, pukul 07.00, saya sudah berada di sini. Saya siapkan alat-alat bekerja, lalu mulai bekerja hingga pukul 17.00 sore,” ujar Zulkarnain, Selasa (21/10/2025).

Profesi ini dijalaninya demi menghidupi keluarganya. Sebagai ayah dari empat orang anak, ia menyadari betul bahwa kebutuhan rumah tangga tidak pernah surut. Meski pendapatannya kerap pas-pasan, ia tetap bertahan.

"Kadang penghasilan sehari yang saya dapatkan hanya cukup untuk makan. Tapi, saya bersyukur masih bisa bekerja dan menafkahi keluarga,” ungkapnya.

Baca Juga: Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Baru AMB Kendari Disiapkan jadi Pencipta Lapangan Kerja di Era Digital