Di antara hikmah adanya orang yang zalim adalah anjuran bagi kita untuk berlaku sabar dan tidak meladeni kezalimannya tersebut.

Sumpah Rasulullah yang kedua ini secara tidak langsung akan menjadi penawar bagi orang yang teraniaya. Bukan hanya sekadar penawar, namun kemuliaan tinggi di sisi Allah-lah yang ditawarkan. Maka, percayalah bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan kesabaran orang yang teraniaya.  

Memang sikap ini terlihat mudah, namun sebenarnya begitu sulit dilakukan. Kesulitan itulah yang menjadikan Allah memberikan kemuliaan di dunia dan akhirat bagi mereka yang bisa memaafkan orang yang menzaliminya.

“Tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba dengan sikap memaafkan melainkan kemuliaan” (HR Muslim).

“Barangsiapa yang memberi maaf dan melakukan kebaikan, maka pahalanya di sisi Allah.” (QS. Asy Syuuraa: 40)