Sarbini menceritakan, saat ini ada sekitar 700 orang luka-luka yang sedang dirawat dan 5.000 orang lainnya yang mengungsi di dalam RS Indonesia. Mayoritas di antara mereka adalah perempuan dan anak-anak.
“Jadi tidak ada alasan yang kuat bagi Israel untuk menyerang karena di dalam rumah sakit Indonesia terdiri dari pasien-pasien yang sedang dirawat,” tegas Sarbini.
Baca Juga: Aksi Bela Palestina Sampaikan Enam Tuntutan, Anies Diteriaki Presiden Sebelum Orasi
Kementerian Kesehatan Gaza menyebut, 12 orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat serangan roket Israel di RS Indonesia di Gaza utara tersebut.
Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, sebelumnya mengecam dan mengutuk serangan Israel terhadap RS Indonesia di Gaza. Pemerintah menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.
