"Yah.. begitu pula dengan teman-teman perawat lainnya," ungkap Mulyanto.
Dalam bekerja, shift mereka dibagi dua kali dalam sebulan, masing-masing kelompok shift dibagi 15 perawat, jika 15 perawat bertugas, 15 perawat lainnya stay di tempat karantina yang sudah disediakan.
Setelah dua minggu bekerja, selanjutnya digantikan 15 perawat lainnya, begitu seterusnya.
"Lepas shift, perawat harus dirapid test dulu sebelum kembali di tempat karantina," pungkasnya.
Diketahui, 30 perawat yang menangani pasien COVID-19 tidak hanya berdomisili di Kota Kendari saja, namun ada beberapa berdomisili di Kabupaten Konawe, Konawe Selatan dan beberapa daerah lainnya di wilayah Sulawesi Tenggara.
