Aang menjelaskan, Bulog Sultra hanya mengelola sekitar 25 persen dari total kuota Minyak Kita yang dialokasikan untuk wilayah Sultra. Sementara sebagian besar distribusi minyak goreng rakyat tersebut berada di bawah pengelolaan distributor lainnya.
Menurutnya, Minyak Kita yang disalurkan Bulog dijual dengan harga Rp 14.500 per liter, atau masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 15.700 per liter.
Distribusi Minyak Kita diprioritaskan ke pasar Sistem Pengendalian dan Pengawasan Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok (SP2KP) serta kios pangan yang menjadi mitra Bulog.
Sementara itu, Staff Manajer Pemasaran Bulog Sultra, Try, mengungkapkan dari total rencana penyaluran pada Juli 2026, Kota Kendari memperoleh alokasi terbesar.
"Berdasarkan rencana salur, Kendari mendapatkan alokasi 170 ribu liter. Sedangkan Bombana, Kolaka, Baubau, Raha dan Unaaha masing-masing memperoleh 20 ribu liter," ungkapnya.
