“Jumlahnya (angka kematian) diperkirakan akan meningkat karena setidaknya ada 2.000 orang berada di bawah reruntuhan,” seperti dilaporkan Al-Jazeera dari Khan Younis yang ada di selatan Gaza.

“Masalahnya, dengan kurangnya mesin dan peralatan berat, tim penyelamat di lapangan tak mampu memindahkan dan menarik jasa-jasad itu dari bawah reruntuhan,” tambahnya.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan juga mengungkapkan korban luka-luka sejak serangan pada 7 Oktober juga meningkat menjadi 25,408 orang. Ia juga menambahkan bahwa Israel telah melakukan 18 serangan sejam terakhir, yang menyebabkan 252 orang tewas.

Israel melakukan serangan ke Gaza dengan dalih upaya menghancurkan Hamas, meski kenyataannya lebih banyak warga sipil yang menjadi korban. Kota Richmond di California, sebelumnya menjadi kota AS pertama yang menuduh Israel bersalah karena pembersihan etnis.

Baca Juga: Meski Sekutu Israel, Deretan Negara Ini Ramai Demonstrasi Pro-Palestina