Yayasan ini berawal dari gagasan 16 orang generasi perintis yang berkumpul pada 14 Desember 1990, dengan keyakinan bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui pendidikan.

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan secara resmi pada 4 Juli 1991 melalui pendirian Yayasan Mandala Waluya di hadapan notaris.

Foto bersama usai pemotongan tumpeng. Foto: Ana Pratiwi/Telisik

Sekretaris Yayasan Mandala Waluya, Yusuf Useng, mengatakan perjalanan yayasan sejak awal tidaklah mudah. Keterbatasan modal, sarana prasarana, hingga sumber daya manusia menjadi tantangan nyata yang dihadapi para pendiri.

“Dengan semangat gotong royong, keikhlasan, dan keberanian para pendiri, Yayasan Mandala Waluya terus tumbuh. Dari Akademi Pendidikan Kesehatan, berkembang menjadi sekolah tinggi, hingga pada 2020 resmi menaungi Universitas Mandala Waluya,” kenang Yusuf.

Ketua Pembina Yayasan Mandala Waluya, La Ode Syaafi, menuturkan gagasan mendirikan lembaga pendidikan kesehatan di Kendari telah muncul sejak 1984, ketika akses pendidikan kesehatan di daerah masih sangat terbatas.