“Waktu itu, untuk pendidikan kesehatan, bahkan D3 saja, masyarakat Sulawesi Tenggara harus ke Makassar atau Pulau Jawa,” kenangnya.
Pengalaman mengikuti pendidikan singkat di Inggris pada 1989 semakin menguatkan keyakinannya. Bersama rekan-rekan, La Ode Syaafi kemudian merintis Yayasan Mandala Waluya pada Desember 1990.
Nama Mandala Waluya dipilih karena bermakna lingkungan yang sehat dan hilangnya penyakit.
Namun, perjuangan pendirian yayasan penuh tantangan. Modal awal Rp 15 juta jumlah besar pada era 1990-an dikumpulkan melalui gotong royong para pendiri.
Aktivitas akademik pun sempat berpindah-pindah lokasi, mulai dari Punggolaka hingga ruko sewaan, sebelum kampus permanen mulai dibangun sekitar 1995.
