Di akhir sambutan, ASR mengingatkan bahwa SK pengangkatan merupakan nikmat dan amanah dari Tuhan, yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan pengabdian.
Sementara itu, Kepala BKD Sultra, Andi Khaeruni menyatakan, formasi yang paling banyak diterima tahun ini berasal dari tenaga guru dan tenaga kesehatan. Ia memastikan, seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan melalui sistem CAT (Computer Assisted Test) yang diselenggarakan oleh BKN.
“Tidak ada yang dititip. Semua lulus murni berdasarkan hasil tes. Proses seleksi sepenuhnya dilakukan sesuai prosedur oleh BKN,” ungkapnya.
Andi Khaeruni juga menambahkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan pengangkatan PPPK tahap kedua sebanyak 3.330 orang, rencananya akan diumumkan secara online dalam waktu dekat.
Di sisi lain Ritna (54), salah satu PPPK yang baru saja menerima SK dan kini menjabat sebagai staf di Biro Umum Pemprov Sultra. Matanya berkaca-kaca saat menceritakan perjalanan panjang yang ia lalui selama 20 tahun menjadi tenaga honorer.
