Hal ini seperti diungkapkan oleh dr Hansa Bhargava, dokter anak di Children's Healthcare of Atlanta (AS), bahwa balita dan anak prasekolah dengan mudah memahami perbedaan antara ancaman kosong dan hukuman yang sebenarnya. Sehingga anak, lanjut Bhargava, saat beranjak dewasa, anak bisa berpaling ke tempat lain untuk mendapat bimbingan, karena menilai orangtuanya sebagai sosok yang tak punya otoritas.
Baca juga: 3 Tips Dukung Perkembangan Kognitif dan Fisik Bayi
3. Merajakan anak
Memanggil anak dengan sebutan Tuan Putri, Yang Mulia, Raja, Ratu, dan sebutan lain yang semakna, dapat berakibat fatal. Apalagi jika diikuti dengan selalu memenuhi semua keinginannya.
Anak membutuhkan sosok orangtua yang berwibawa, untuk membimbing dan mendidiknya menjadi lebih baik. Olehnya itu, perlu bagi orangtua untuk menolak beberapa permintaan anak, jika permintaannya tak bisa dipenuhi atau pertimbangan lainnya.
