Baca Juga: Membaca Kekuatan Ir Hugua dan Dr Bahtiar di Pilgub Sulawesi Tenggara 2024
Hal ini menurutnya membuka peluang bagi kepulauan sebagai penentu pasangan calon dan basis suara terbesar. Karena jika melihat 4 calon dengan basis daratan semua, kepulauan menjadi kunci menuju Pilkada 2024.
"Para calon akan berebut tempat-tempat yang basis suaranya besar, dengan pola-pola pendekatan meskipun tidak memiliki kultur kepemimpinan dengan basis massa yang besar namun pengaruh tokoh akan mempengaruhi sentimen," ungkapnya.
Ia menilai skema politik Sultra saat ini, 02 dari kepulauan menjadi kunci basis suara, karena sampai saat ini belum ada yang mengambil pasangan sesama daratan. Selain itu kata Naslim, jika sesama daratan, sentimen akan kecil karena kultur dan kebudayaan masyarakat di Sulawesi Tenggara berbicara keterwakilan baik daratan maupun kepulauan.
"Saat ini kita melihat siapa yang punya pasangan. Para calon baru menggembar-gemborkan menyatakan diri maju pilkada, namun belum ada yang punya pasangan. Tentu kita akan menunggu dan melihat. Yang pertama, ukurannya, siapa yang mendapatkan rekomendasi partai, dan siapa yang mendapatkan pasangan paling tepat," katanya.
