Salah satu bahan yang digunakan adalah ambergris, zat mirip lilin yang berasal dari sistem pencernaan paus sperma. Ambergris kala itu dicampurkan ke dalam minuman cokelat atau makanan penutup.
Meski asal-usulnya tidak lazim, bahan ini dikenal bernilai tinggi dan digunakan dalam industri parfum. Dalam catatan modern, komponen ambrein pada ambergris pernah diteliti memiliki efek stimulan pada hewan percobaan.
2. Viagra ala Romawi Kuno
Pliny the Elder, tokoh Romawi yang menulis ensiklopedia Naturalis Historia, mencatat beragam resep medis, termasuk untuk mengatasi penurunan libido. Beberapa ramuan yang ia tuliskan tergolong tidak lazim, seperti penggunaan wol yang dibasahi darah kelelawar atau bagian tubuh burung tertentu.
Resep-resep tersebut mencerminkan cara pandang masyarakat Romawi kuno yang mengaitkan kekuatan vital hewan dengan kemampuan seksual manusia. Dalam konteks sejarah, pendekatan ini menunjukkan bagaimana pengobatan kala itu masih sangat dipengaruhi simbolisme.
