1. Meningkatkan infeksi bakteri

Benda asing yang dimasukkan ke anus mengurangi sel-sel yang menjadi pelumas alami bagi vagina. Air liur yang digunakan pada anus dan vagina pun tidak memiliki sel alami tersebut. Lapisan rektum pun berubah menjadi lebih tipis.

Kurangnya pelumas dan tipisnya rektum memungkinkan robekan antara anus dan rektum. Feses yang keluar dari anus mengandung bakteri yang berpotensi menyerang kulit melalui robekan tersebut.

2. Meningkatkan Risiko Infeksi Menular Seksual (IMS)

Kulit yang mudah robek saat berhubungan secara anal daripada vaginal meningkatkan risiko infeksi menular seksual, misalnya klamidia, gonore, herpes, dan HIV. Jika sudah tertular, ini dapat menjadi penyakit jangka panjang karena banyak IMS sulit disembuhkan.