"Kampanye nilai-nilai heroisme melawan para pemberontak. Padahal, di balik konflik bersenjata tersebut ada ratusan ribu hingga jutaan OAP yang tersebar di 4 kabupaten yang menjadi basis operasi militer, tidak merasakan suka cita perayaan Natal,” terangnya.

Anggota Komisi V DPR RI ini mengatakan, perayaan Natal yang sebelumnya ramai dengan dekorasi lampu hias dan pohon Natal di sudut-sudut rumah dan kampong, kini gelap gulita, berganti dengan suasana horor dan menakutkan akan adanya peristiwa berdarah yang terus berlangsung dari hari ke hari.

“Bagi mereka yang tidak merasakan bagaimana kampung-kampung mereka dijadikan basis operasi militer, tentunya akan mudah mengatakan bahwa kehadiran aparat militer dan kepolisian dalam tugas operasi militer adalah untuk memberikan jaminan keamanan,” tambahnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi akan Keliling Waduk Menggunakan Perahu Naga di Koltim

Dibeberkan olehnya, di sepanjang 4 kali perayaan Natal, sejak Natal di tahun 2018 hingga perayaan di tahun 2021 ini, suasana kedamaian, suka cita, dan suasana religius dalam merayakan hari Natal tidak pernah dirasakan oleh OAP (Orang Asli Papua).