Sampai saat ini warga setempat tidak mengungsi, mereka hanya tetap waspada ketika hujan tiba-tiba datang malam hari.
"Kami juga selalu mengingatkan agar tetap waspada selama bantuan belum turun, bahkan ketika hujan saya selalu memantau di lokasi," ucapnya.
Lebih lanjut Lurah Lapai menuturkan, ratusan jiwa dan puluhan rumah terancam roboh jika upaya penanganan lambat.
"Sekitar 100 jiwa dari 40 KK yang bermukim di bantaran Sungai Lapai tersebut bisa kehilangan tempat tinggal jika banjir susulan datang," jelasnya.
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kolut, Iwan Taruna Jaya, ST mengungkapkan, pasca survei pihaknya telah membuatkan laporan ke Pemkab.
