Baca juga: Pemkab Muna Siapkan Rp 1 Miliar Benahi Gedung Pasar Laino

Baca juga: Habiskan Anggaran Rp 400 Juta, Stadion Mini Desa Robek di Manggarai Jorok Tak Terawat

"Salah satu contoh, ada BTS di Desa Wuna tapi tidak bisa menjangkau kantor bupati, sementara jarak antara kantor bupati dengan Desa Wuna sekitar empat kilometer. Jadi kondisi geografis juga menentukan," terangnya.

Saat ini, masyarakat Mubar hanya memanfaatkan 17 tower BTS yang disediakan oleh pihak Telkom. Sementara untuk memenuhi kebutuhan di Pemda Mubar menggunakan Wi-Fi dari palapa ring dengan kuota 100 Mbps. 100 Mbps tersebut dibagi dengan 29 OPD dan 11 kecamatan.

"100 Mbps itu tidak mampu melayani seluruh kebutuhan OPD. Idealnya hitungan saya, Pemda Mubar butuh 300 Mbps, sehingga bisa kita bagi setiap OPD 10 Mbps, kecamatan 5 MBPS. Jika ini terjadi pasti kita tidak kesulitan dengan masalah jaringan," tuturnya.