KENDARI, TELISIK.ID - Kerap disapa Mus (65), pria asal Kota Makassar ini memulai kehidupan barunya sebagai seorang mualaf saat menikah dengan sang mendiang istri 40 tahun yang lalu, tahun 1979 di Kota Kendari.

Meski dirinya telah mengucapkan dua kalimat syahadat, namun hidayah untuk menjalankan ajaran agama Islam tak lantas datang begitu saja.

Mus mengaku, selama 40 tahun menyandang gelar sebagai seorang muslim, ia belum mengetahui gerakan shalat beserta bacaannya.

"Selama 40 tahun itu, saya tidak tahu yang namanya shalat, tidak tahu juga bacaannya seperti apa," tuturnya.

Meski demikian, Mus tetap berusaha meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh ajaran Islam.