Ia lalu menceritakan, bagaimana hatinya sampai terketuk oleh hidayah Allah, yakni saat almarhumah Istrinya dibawa ke salah satu masjid di Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, untuk dishalatkan.

"Dulu saya tidak tahu arahnya mau kemana, jalan begitu saja, sampai Tante (istri) akhirnya meninggal bulan Juli 2020 lalu baru saya kerjakan perintah Allah, shalat, puasa, dzikir. Saya mulai kerjakan ibadah sunnahnya juga," kisah Mus.

"Pokoknya waktu istri diantarkan ke masjid dekat rumah, terus dishalatkan, di situ hatinya saya terketuk, saya langsung niatkan untuk betul-betul berubah dan habiskan hidupnya saya (untuk beribadah) di situ," sambungnya.

Baca Juga: Kisah Pilu Anak Panti Asuhan, Belum Bertemu Orang Tua Sejak Lahir

Mus juga membeberkan perjuangannya belajar gerakan dan bacaan shalat, melalui buku dan televisi, serta dari memperhatikan Imam masjid. Ia pun kini mampu mengumandangkan adzan.