MONUSCO, yang dikenal memiliki unit perlindungan anak terbesar di antara seluruh misi penjaga perdamaian PBB, juga berperan dalam memperkuat kapasitas aparat keamanan dan mendukung reformasi hukum nasional Kongo.
Melalui kerja sama dengan otoritas setempat, misi tersebut membantu mengidentifikasi pelanggaran, melaporkannya secara sistematis, dan mendorong tanggung jawab hukum bagi pelaku.
Menurut data MONUSCO, sejak beberapa tahun terakhir ribuan anak telah dibebaskan dari keterlibatan dalam kelompok bersenjata. Namun, ancaman rekrutmen ulang masih terus membayangi karena konflik bersenjata di wilayah Kivu Utara dan Ituri belum sepenuhnya berakhir.
PBB menegaskan, kerja kemanusiaan ini tidak hanya berhenti pada pembebasan, melainkan juga memastikan anak-anak memiliki masa depan yang lebih aman, jauh dari kekerasan dan perang yang merenggut masa kecil mereka. (SHN)
Penulis: Ahmad Jaelani
