Sulkarnain mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk perlindungan pemerintah terhadap masyarakat di saat terjadinya pandemi, seperti saat ini.
Wali kota mengaku, penambahan data ini cukup dilema, karena di satu sisi pemerintah bekerja untuk memberikan kesejahteraan pada masyarakat, namun di sisi lain saat ini masyarakat sangat membutuhkan bantuan.
"Kita tidak ingin hidup kita begini terus, kita ingin dari waktu ke waktu hidup kita ada peningkatan, tapi tugas kita hanya berikhtiar seluruh wujudnya di dunia ini ditentukan Yang Maha Kuasa," ungkapnya.
Wali kota mengingatkan, pada para penerima agar memegang sendiri kartu dan buku tabungannya agar tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu, karena bantuan tersebut akan dicairkan setiap bulan tanpa potongan.
Para penerima bantuan diharapkan agar bisa mencairkan bantuan setiap bulan, karena jika tiga bulan bertutur-turut tidak cair, maka KPM dianggap sudah mampu dan akan dikeluarkan dari data penerima bantuan.
