Hafshah ‘mengejek’ Shafiyyah dengan sebutan 'anak perempuan Yahudi'. Memang, Shafiyyah adalah anak perempuan dari Huyay, seorang pimpinan Yahudi terpandang dari Bani Nadhir.
Kata-kata Hafshah itu membuat Shafiyyah menangis. Kemudian Shafiyyah mengadu kepada Nabi Muhammad SAW.
“Sesungguhnya engkau (Shafiyyah) adalah putri seorang nabi, pamanmu adalah seorang nabi, dan engkau pun berada di bawah naungan nabi. Maka apakah yang ia banggakan atas dirimu?” kata Nabi Muhammad SAW melipur lara istrinya yang tersakiti, Shafiyyah, merujuk buku Rasulullah Teladan untuk Semesta Alam (Raghib as-Sirjani, 2011).
2. Romantis
Sikap romantis merupakan upaya untuk menjaga agar cinta terus bersemi di hati. Menjadi seorang nabi dan rasul tidak menghalangi Nabi Muhammad SAW untuk berlaku romantis kepada istrinya. Sebagaimana riwayat Sayyidah Aisyah, suatu ketika Nabi Muhammad SAW pernah menggigit daging di bekas gigitannya Sayyidah Aisyah dan minum di bekas mulutnya istrinya itu.
