Bahkan, Sayyidina Abu Bakar berusaha untuk memukul Sayyidah Aisyah. Tapi, Nabi Muhammad SAW buru-buru mencegahnya. Nabi Muhammad SAW tidak ingin istrinya tersakiti, meski oleh orang tuanya sendiri ataupun Nabi sendiri.
Sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak pernah memukul atau menyakiti istrinya diperkuat dengan pernyataan Sayyidah Aisyah dalam sebuah riwayat. Kata Sayyidah Aisyah, Rasulullah tidak pernah memukul istrinya sekalipun. Malah beliau melipur lara istrinya yang menangis karena suatu hal.
Dilansir dari Republika.co.id, di zaman jahiliyah, masyarakat Arab masih menganggap perempuan sebagai manusia kelas kedua. Bahkan, orang-orang Jahiliyah menganggap anak perempuan sebagai suatu aib.
Perempuan dewasa dianggap najis ketika sedang haid. Waktu itu, orang tak sedikit yang menolak makan bersama wanita haid.
Sementara Rasulullah SAW mengajarkan untuk memperlakukan perempuan dengan hormat. Hal itu ditunjukan, misal, ketika Nabi SAW tidak sungkan mandi dari sisa air istrinya. Dari Ibnu Abbas, “Bahwa Nabi SAW pernah mandi dari air sisa Maimunah." (HR Muslim).
