Baca Juga: Bolehkah Membangukan Sahur dengan Toa Masjid? Berikut Penjelasannya
Pemuda memang lebih cenderung mencari teman, nongkrong, dan berorganisasi. Soliditas di kalangan pemuda bisa lebih erat karena dibangun di atas rasa senasib-sepanggungan, bukan iming-iming harta, jabatan, dan lainnya.
Tetapi perlu dicacat bahwa, berkelompok yang dimaksud bukan untuk hura-hura atau sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Pemuda ideal mengarahkan kelompoknya untuk sesuatu yang positif, bermanfaat dan tetap dalam bingkai Islam.
Keempat, selalu berusaha untuk menjaga akhlak dan kepribadian sehingga tidak terjerumus pada perbuatan asusila. Hal ini seperti kisah Nabi Yusuf dalam surah Yusuf (12) ayat 22-24.
Pemuda yang baik, menjaga diri dan kemaluannya. Karena ini maka diharapkan akan terlahir keturunan yang bisa menjadi generasi Islam pencerah dan pejuang.
