KENDARI, TELISIK.ID - Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau yang akrab disebut Oputa Yi Koo adalah Sultan Buton ke-20 yang memerintah pada 1750-1752 periode pertama dan 1760-1763 periode keduanya.
Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi digelari Oputa Yi Koo bukan tanpa alasan, selama menjadi Sultan Buton, ia adalah orang yang keras melawan tentara Belanda hingga harus masuk dan keluar hutan bersama pasukannya untuk terus menebar perlawanan terhadap Belanda. Oputa Yi Koo berarti 'raja yang bergerilya dalam melawan penjajah di dalam hutan'.
Ali Mazi mengungkapkan, esensi pendirian patung tersebut bertumpu pada pertimbangan fundamental yang diharapkan dapat memantik spirit generasi bangsa untuk senantiasa menginternalisasi semangat perjuangan Oputa Yi Koo dalam diri masing-masing.
Baca Juga: Mengenal Kolonel Sanders, Sosok di Balik Kesuksesan KFC
Pembangunan patung Oputa Yi Koo juga diharapkan bisa menarik wisatawan domestik dan nasional.
