BERN, TELISIK.ID - Sungai Aare Swiss merupakan salah satu tempat yang kerap dikunjungi oleh warga lokal maupun turis. Selain airnya yang bening memanjakan mata, pepohonan yang rindang membuat siapa saja betah menghabiskan waktu di sini.
Namun di balik keindahan itu, Sungai Aare rupanya sering menelan korban. Bahkan tenggelamnya anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril (23) di Sungai Aare, Swiss, terbilang bukan fenomena baru.
Mengutip dari kompas.com, Menurut data dari Kantor Polisi Bern (Poltabes Bern), menyebutkan korban tenggelam sebagian besar adalah pengungsi atau turis mancanegara.
Di Swiss sendiri, menurut Biro Statistik Komunitas Penyelamatan (SLRG) Swiss, setahun rata-rata ada 40 orang yang tenggelam.
Dari jumlah ini, 90 persen insiden terjadi di danau atau sungai, dan korban didominasi laki-laki.
