"Dulu, waktu insiden kebakaran pasar tahun 2010, kami diarahkan pemerintah untuk berjualan sementara di Pasar Panjang sampai rehabilitasi Pasar Baru selesai. Tapi ternyata, Pasar Panjang yang dulu statusnya hanya sebagai pasar sementara tetap dibuka sampai sekarang. Akhirnya orang-orang lari ke sana semua dan di sini jadi sepi," jelas Udeng.
Baca Juga: Tanggapi Keluhan Guru SMPN 10 Kendari, Sekda: Kita Akan Tindak Lanjuti
Baca Juga: Tak Kunjung Rampung, Warga Sorot Pembangunan RSUD Busel
Hal ini menjadi keluhan dikarenakan melemahnya pendapatan para pedagang di Pasar Baru.
Kendati demikian, mereka tetap memilih bertahan di pasar tersebut sebab biaya sewa yang dikeluarkan untuk berdagang di Pasar Baru tidak lebih mahal dibanding Pasar Panjang.
