KENDARI, TELISIK.ID - Anda memiliki Bayi? Agar bayi Anda memiliki keterampilan makan yang baik, diperlukan proses belajar dan stimulasi oromotor yang tepat. Stimulasi ini juga berperan dalam kelancaran berbicara si kecil nantinya.

Pengenalan makanan pendamping ASI (MPASI) pada bayi bukan hanya berfungsi untuk memenuhi asupan nutrisi, namun juga untuk stimulasi oromotor bayi. Kemampuan motorik mulut, bibir, pipi, lidah dan rahang untuk menghisap, mengigit, mengunyah, dan menjilat.

Melansir fk.ui.ac.id, oromotor merupakan dasar keterampilan makan, mencakup semua kegiatan yang menggunakan sistem gerak otot dari oral cavity (rongga mulut), seperti rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir, dan pipi, termasuk juga koordinasi gerak di antara organ-organ rongga mulut ini.

Dikutip dari Tirto.id, kemampuan makan pada bayi baru lahir sebenarnya adalah respons fisiologis terhadap rasa lapar. Bayi baru lahir sudah punya refleks primitif, seperti menggigit, menghisap, muntah, dan tangan menggenggam. Namun, sejumlah refleks itu bakal menghilang saat bayi berusia 3-5 bulan, kecuali muntah yang akan terus berlanjut sepanjang hidup.

Itulah kenapa, sejumlah refleks tersebut perlu digantikan dengan kemampuan oromotor. Menurut dr. Luh Karunia Wahyuni, secara umum kemampuan oromotor pada bayi berkembang pesat secara bertahap selama usia 3 tahun pertama kehidupannya. Sebagai contoh, keterampilan bayi mengunyah makanan rata-rata berkembang mulai usia 5 bulan.