JAKARTA, TELISIK.ID - Presiden Joko Widodo akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala Negara Indonesia pada Oktober 2024. Prabowo Subianto telah memenangkan Pemilihan Presiden pada Februari 2024, Tanah Air akan menyaksikan transisi kekuasaan, selama sepuluh tahun kepemimpinannya.
Jokowi telah membawa ekonomi Indonesia melalui berbagai tantangan. Termasuk pandemi COVID-19, ketegangan geopolitik global, dan dinamika suku bunga bank sentral di berbagai negara. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi tetap berada di kisaran lima persen, mencerminkan stabilitas tanpa mencapai target ambisius yang pernah dicanangkan.
Berikut adalah lima rapor ekonomi Jokowi menjelang akhir masa jabatannya, seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Selasa (7/8/2024).
Pertumbuhan Ekonomi Betah di 5 Persen
Sepanjang hampir sepuluh tahun masa kepemimpinannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih stagnan di sekitar lima persen. Bahkan, target ambisius yang pernah diusung Jokowi saat kampanye pada 2014, yakni pertumbuhan tujuh persen, belum terwujud.
