"Kami mendesak warga untuk menginformasikan pergerakan pasukan, membuat bom molotov, dan melawan musuh," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Ukraina lewat unggahan Facebook.

Sementara itu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mendesak Presiden Rusia, Vladimir Putin. Hal tersebut dilakukan untuk berdialog demi mencegah perang terus terjadi.

"Saya ingin berbicara dengan Presiden Federasi Rusia sekali lagi. Ada pertempuran di seluruh Ukraina saat ini. Mari duduk di meja negosiasi untuk menghentikan kematian lebih banyak orang," ucap Zelensky dalam pesan video pada Jumat (25/2/2022).

Rencana tersebut membuahkan hasil. Keinginan Ukraina itu disambut baik oleh Rusia. Kremlin menyatakan siap mengirim perwakilan mereka ke Minsk, ibu kota Belarus, untuk berunding bersama pihak Ukraina.

"Melanjutkan permintaan Zelensky untuk membicarakan status netral Ukraina, (Presiden Rusia Vladimir) Putin akan mengirim perwakilan dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, dan pemerintahannya untuk bernegosiasi dengan delegasi Ukraina," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.