Oleh (Kandidat Doktor) M. Ridwan Badallah, S.Pd, MM
Kepala Bidang Sosial dan Kependudukan Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sulawesi Tenggara
Beberapa minggu terakhir Sultra disuguhkan polemik diijinkannya 500 TKA masuk Bumi Anoa. Suguhan pertemuan gubernur, Forkopimda, tokoh masyarakat dan mahasiswa. Munculnya ancaman demo besar dan kerusuhan bahkan ancaman boikot bandara Halu Oleo oleh ketua HMI sampai dengan pukulan meja dan tetesan air mata ketua DPRD.
Semua itu tersaji dengan tema besar “gubernur Sultra salah besar mengijinkan 500 TKA.” Benarkah demikian? Aksi aksi beberapa oknum masyarakat yang missdata dan informasi? Atau bisa jadi kepentingan yang menyusup bertujuan membuat Sultra tidak aman.
Berikut saya lanjutkan ulasan ini dari aspek sumber daya manusia (SDM).
