Sementara itu, empat santri yang sebelumnya menjalani perawatan di Puskesmas Lepo-Lepo telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik dan dinyatakan dapat melanjutkan pemulihan.

Pihak berwenang masih melakukan pendataan terhadap kemungkinan adanya santri lain yang mengalami gejala serupa. Hal ini mengingat jumlah paket MBG yang dibagikan di pondok pesantren tersebut mencapai ratusan porsi.

Untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut, sampel menu MBG telah diamankan dan dikirim ke Laboratorium Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan atau faktor tertentu dalam makanan yang berkaitan dengan gejala yang dialami para santri. (C)

Penulis: Erni Yanti