Bahkan dalam riwayat lain Rasulullah pernah membangunkan Fathimah dan Ali di malam hari itu dan berkata “Ayo bangun-bangun, shalat-shalat.”

3. Nabi Muhammad mengencangkan ikat pinggang

Saat memasuki malam sepuluh terakhir bulan Ramadan Rasulullah saw mengencangkan ikat pinggang, dengan artian menghindari tempat tidur.

Beliau mengasingkan diri untuk meningkatkan kualitas ibadah, yang dengan sendirinya mencegah beliau dari istirahat di tempat tidur dan berhubungan dengan istri.

Artinya: Bahwa Rasulullah saw ketika memasuki sepuluh terakhir malam Ramadhan beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan (beribadah) malam itu dan membangunkan keluarganya.